Minggu, 16 Februari 2014

Peluang "Conflict Of Interest" Penyumbang Mobil Sholat berjama'ah berhadiah


Saya mengajak kawan-kawan melihat dari sudut pandang yang berbeda dari program Walikota Bengkulu Sholat berjama'ah berhadiah, kalau mengenai apakah boleh atau tidaknya sholat berjama'ah berhadiah mobil, mungkin sudah cukup banyak yang mendiskusikannya, saya mengajak melihat dari sisi penyumbang hadiahnya dan bagaimana ada ga peluang conflict of interest (konflik kepentingan) nya disana, berikut saya list penyumbang hadiahnya yang saya ambil sumbernya dari koran Harian Rakyat Bkl 16 Februari 2014 : 1 unit Toyota Agya dari Ridwan Mukti (Bupati Musi Rawas), 1 unit Toyota Avanza dari pengusaha perumahan REI Daniel, 2 Suzuki Ertiga dari Hamba Allah, 1 unit mobil (tdk menyebutkan jenis mobil) dari hamba Allah, 1 unit Toyota Innova dari Walikota Bkl total mobil 6, Hadiah Motor dari Tomi, Meri, H Marno, Daniel REI, Bujang HR, Darmawansyah, Syaferi Syarief masing-masing 1 unit motor, hadiah berangkat haji 2 orang tiket dari Hamba Allah, kita bahas : Ridawan Mukti adalah Bupati Musi Rawas yang sekarang gencar mengunjungi Bkl dan sudah menyatakan niatnya mau maju di Pilgub Bengkulu tahun 2015 sebagaimana yang sering diekspos diberbagai media selama ini, Bpk Helmi Hasan disamping dia menjadi walikota Bengkulu beliau adalah juga Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu, perahu PAN dalam Pilgub mendatang pasti sangat diperebutkan oleh para kandidat, saya menduga bisa jadi juga Ridwan Mukti mengincar perahu PAN untuk digunakan sebagai pencalonannya nanti di Pilgub 2015, penyumbang mobil berikut nya dari pengusaha Daniel REI (Real eastate Indonesia), yang saya tau REI adalah bergerak dibidang pengembangan perumahan mewah, nah biasanya akan sangat banyak bersinggungan dengan perizinan di dinas tata kota, misal IMB, dan lai-lain, pengurusan pemasangan PDAM, PDAM yangg notabenenya adalah perusahaan Daerah, dan lain-lain yang akan banyak bersinggungan atau berurusan dengan instansi di Pemda Kota kalau Daniel REI mengembangkan perumahan mewahnya di Kota Bengkulu, dan setelah saya tanya dengan salah satu pengurus REI Provinsi Bengkulu bahwa memang Daniel REI mengembangkan atau membangun perumahan di Kota Bengkulu, patut diduga pengusaha yang nyumbang ada kepentingan lain dibalik sumbangan mobil? (semoga ikhlas_red), kemudian ada banyak penyumbang mobil, motor dan tiket Haji dari Hamba Allah, nah tentu kita apresiasi bahwa si penyumbang tidak mau disebutkan namanya karena untuk menjaga keikhlasannya, tapi dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih hal ini dikesampingkan karena penyumbang yang nilai sumbangannya besar apalagi mobil harus dijelaskan siapa identitas dari penyumbang itu karena biar publik tau dan tidak ragu bahwa si penyumbang adalah dari golongan yang baik-baik bukan dari golongan "kriminal" dan lain-lain, di laporan rekening dana kampanye parpol saja ada aturan bahwa penyumbang harus jelas identitasnya dan tidak boleh Hamba Allah karena menjaga ke jelasan sumber dana penyumbang karena kalau tidak di ketahui siapa tau sumbangan itu dari hasil Money Loundry dari koruptor? (sekedar contoh), nah apalagi Pemda Kota adalah lembaga pemerintahan yang resmi tentu harus menjaga transparansi penyelenggaran pemerintahan termasuk sumbangan mobil, motor, tiket haji seyogyanya lah mencantumkan identitas penyumbang itu, kan urusan niat mau ikhlas atau tidak dengan disebutkan namanya bergantung dari niat si penyumbang, kemudian diantara penyumbang ada juga dari kalangan pejabat di lingkungan Pemda Kota Bengkulu, patut juga di duga ada maksud terselubung dari sumbangan itu misal "mencari muka" untuk melanggengkan jabatannya.  Nah akhirnya saya tidak menyimpulkn apakah penyumbang hadiah mobil, motor atau tiket baik disebutkan identitasnya atau tidak apakah ada unsur di khawatirkan ada conflict of interestnya (konflik kepentingan) nya atau tidak antara si penyumbang dengan kepala daerah dalam hal ini Walikota Bengkulu yang juga Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu yang menggagas program Sholat berjama'ah berhadiah ini? saya jadi ingat film Habibie-Ainun kebetulan saya sudah menontonnya dari awal sampai akhir, dimana salah satu adegan filmnya Presiden Habibie (yang diperankan Reza Rahardian) didatangi pengusaha yang mau memberikan hadiah barang mewah tapi ditolak oleh presidien Habibie kemudian pengusaha itu tetap memaksa agar habibibe menerima tapi Habibie dengan 'keukeh' menolak dan sampai mengusir si pengusaha dari ruang kerja kepresidenannya, nah sebagai warga kota Bengkulu saya menyarakan walikota Bengkulu yang juga ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu agar berhati-hati dan selektif dalam hal yang coba saya bahas diatas terutama terkait sumbangan/hadiah dari pengusaha, atau yang lain untuk mensukseskan berbagai program pemda kota yang digagas oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan... gmana menurut kawan-kawan?

 -Melyan Sori-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar